Mencoba melewati mendung/ bukan sebagai bukti akan kejantanan?//
Melompat ke sekumpulan bara api panas/ tak dapatlah pula sebagai bukti/ akan adanya keberanian?//
Pengakuan/ bukanlah yang dicari//
Kepuasan/ bukan yang diinginkan//
Hanyalah sebuah kenikmatankah?// Bukan pula//
Atau sebuah tuntutan?// Tuntutan itu datang dari mana?//
Jika ada yang bertanya/ kamu gilakah?// Aku sehat saja//
Dalam kata "saja"/ mungkin terkandung ketidakwarasan//
Namun/ dalam keterjunanku ke alam mendung ini/ aku merenung//
Mungkin aku telah salah// Aku telah lupa//
Bahwa puisi bukanlah satu-satunya//
Tapi aku tidak bisa//
Aku tidak bisa menghentikan jemariku memegang pena//
Aku tak kuasa menahan gejolak yang membuncah/ membikin pecah kepala//
Seharusnya aku tidak hidup di masa kini//
Aku hanya bisa berdialog denganku sendiri//
Aku hanya bisa memaksa tanganku/ menjumput pena dan secarik kertas//
Tidak ada komentar:
Posting Komentar